0

Harga Murah tapi Kerja Rumit

LebihViral.com – Harga Murah tapi Kerja Rumit. Rumpun pandan kini ada di depan Wak Bedah. Ditemani tiga orang anaknya, mereka mulai memilah-milah. Mencari mana daun pandan yang bisa mereka manfaatkan. Ketika itu hari Minggu (24/04), sekitar pukul 13.00 WIB. Jika ada yang dinilai layak, seketika parang Wak Bedah akan “bicara”, memisahkan daun pandan tersebut dengan rumpunnya.

Kloso alias tikar. Inilah salah satu hasil kerajinan tangan dari daun pandan yang dihasilkan di Desa Pambang. Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Bagi masyarakat Desa Pambang, kerajinan ini telah lama mereka kenal dan lakoni. Hasilnya, kloso pun kini telah merambah hingga negeri jiran Malaysia.

Harga Murah tapi Kerja Rumit

Kerajinan tangan ini biasa dikerjakan oleh kaum wanita, baik muda maupun tua. Rumitkah? Saat BM berbagi cerita dengan Wak Bedah, ia mengatakan sebenarnya kerajinan membuat kloso ini cukup mudah dipelajari, walaupun tetap saja ada beberapa bagian yang rumit yang membutuhkan waktu lama. “Kerumitan akan kita jumpai ketika proses pengeringan daun pandan, meski demikian pekerjaan ini adalah pekerjaan harian yang kami lakukan,” ucap Wak Bedah. Masih menurut Wak Bedah, kerajinan tangan ini bisa dikatakan industri rumah tangga, karena hampir semua rumah penduduk di Desan Pambang melakoni pekerjaan ini.

Hasil produksi masyarakat Desa Pambang ini selanjutnya akan bermuara pada tiga bentuk kloso. Yakni, Kloso Slerang (tikar putih), Kloso Petak (tikar berwarna), dan Kloso Sungkit (tikar warna dengan model bunga). Kloso tersebut kemudian dibawa oleh para penampung dan mendistribusikannya keberbagai tempat, bahkan hingga negeri jiran Malaysia.

Ada beberapa proses pengelolaan bahan mentah sebelum menjadi barang yang siap dipasarkan. Pertama, daun pandan yang telah dikumpul, pada ujung dan pangkalnya dipotong menjadi dua ukuran, 140 dan 150 cm. Selanjutnya, daun dibela kecil-kecil dengan alat bernama jongko – terbuat dari kayu pipih yang dipasangi tiga besi kecil sangat tipis dan tajam- yang berukuran 4 cm. Kemudian daun pandan diikat dan direbus dalam air mendidih selama kurang lebih 15 menit.

Selesai direbus daun pandan langsung ditiriskan. Harus diingat bahwa pandan ini tidak boleh dibiarkan hingga layu. Jika hal ini terjadi maka daun pandan sama sekali tidak ada gunanya. Walaupun telah kering, bukan berarti bisa langsung dibuat tikar, tapi justru pengolahan selanjutnya lebih berat. Disini daun panda di krok (dilunakkan) dengan sebuah alat yang terbuat dari besi tipis atau bambu berukuran sekitar 13×4 cm. Proses selanjutnya pandan diikat dan direndam satu hari satu malam lamanya. Tahap berikutnya, daun pandan dijemur hingga kering dengan tanda daun panda berubah warna menjadi putih.

Harga Murah tapi Kerja Rumit

Pemberian warna, seperti hijau, merah, biru terong, pink, dan dongker adalah langkah yang kemudian dilakukan. Caranya, zat pewarna (gincu) dan daun pandan putih direbus hingga mendidih. Ketika itu si pengarjin harus membolak-balik daun pandan hingga mendapat warna yang merata. Bila telah mencapai proses ini, ada satu lagi tahap lain yang tidak boleh ditinggalkan pengrajin, yakni pengekrokan. Ini dilakukan agar daun pandan mudah untuk dianyam dan dibentuk.

Khusus untuk menghasilkan Kloso Kotak dan Kloso Sungkit, daun pandan yang telah dikrok, dilipat dua bagian dan dibagi sesuai dengan corak yang diinginkan. Setelah ini, daun pandan pun mulai bisa dianyam dengan ukuran 3m x 120cm. Guna mendapatkan Kloso yang lebih lebar, bisa dilakukan dengan menyambung, biasanya berukuran 140 cm.

“Setelah semua sempurna, pemotongan sisa anyaman adalah pekerjaan terakhir untuk mendapatkan kloso yang siap dipasarkan,” ucap Wak Bedah sambil memperlihatkan hasil anyamannya pada BM.

 

Harga Murah tapi Kerja Rumit

Berbicara mengenai harga jual kloso di Desa Pambang ini, dikatakan Wak Bedah, harga selalu berubah – ubah. Biasanya menyesuaikan dengan nilai tukar mata uang ringgit dengan rupiah. Apabila ringgit naik, maka harga kloso ikut naik. Begitulah sebaliknya. Jika dinominalkan maka harga paling rendah untuk Kloso Putih Rp. 10.000, Kloso Kotak Rp. 15.000, dan Kloso Sungkit Rp. 18.000, per helainya.

Keuntungan para pengarajin bila dihitung-hitung, dikatakan Wak Bedah sebenarnya tidak sesuai dengan pengolahan dan upaya pembuatan kloso yang cukup rumit. Untuk membuat satu tikar saja membutuhkan waktu 12 jam tanpa henti. Apalagi untuk mendapatkan daun pandan warna putih, membutuhkan waktu peling cepat lima hari. Itu bila cuaca carah, bila hujan maka daun pandan terpaksa digantung begitu saja agar tidak rusak.

Meskipun pekerjaan ini merepotkan, pengrajin masih tetap bertahan dan mengutamakan kualitas agar harga jual yang didapat tidak jatuh. Namun, ketergantungan pengrajin pada penampung tikar membuat mereka tidak dapat berbuat banyak. “kami pasrah saja dengan harga yang didapat,” jelas Wak Bedah lagi.

Dengan kondisi seperti ini apakah tidak terpikir oleh perngrajin untuk memasarkan sendiri produknya? Diakui Wak Bedah, hal ini pernah dilakukan masyarakat dengan membawa langsung hasil produksi mereka langsung ke Malaysia. Tapi resikonya sangat besar. “Kami berlayar dengan pompong kayu balak illegal, bila tertangkap oleh pihak bea cukai malaysia, dendanya sangat tinggi, mencapai jutaan rupiah,” tuturnya.

Tantangannya ternyata bukan itu saja. Yang lebih mengerikan lagi apabila petugas dea cukai Malaysia bergabung dengan petugas bea cukai Indonesia (Kastima/ Kastam Indonesia dan Malaysia), yang biasa beroperasi di perairan selat malaka dan lautan indonesia, maka kapal mereka akan diseret ke Tanjung Balai Karimun untuk diadili. “Usahkan untung yang aan didapat, justru pompong saya terpaksa disegel dan penanggung jawab pompong juga terpaksa meringkuk dalam penjara,” ucap Tumiran, salah seorang penampung tikar menjelaskan.

Beragam memang tantangan yang dihadapi pengrajin kloso namun dibalik itu semua hingga sekarang produk kloso masih tetap bertahan. Selain bagus, juga tahan hingga beberapa tahun. Inilah yang membuat pengrajin kloso tidak memiliki kata lelah untuk menghasilkan karya terbaik mereka.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *