0

Jika Melihat Anak-Anak Duduk Seperti Ini, Hentikan Segera!

LebihViral.com, Apakah ada anak-anak di rumah anda? Mungkin itu adik, anak, keponakan, atau bisa siapa saja. Coba perhatikan ketika mereka bermain, duduk menonton TV atau ketika sedang menyantap makanan, perhatikan bagaimana mereka duduk.

Jika anda menemukan anak-anak sedang duduk dengan posisi seperti huruf W, maka sebaiknya mulai sekarang anda harus memberi tahu mereka untuk tidak terbiasa duduk seperti itu.

Seperti yang dilansir dari dailymail.co.uk (02/12/2017), posisi Anak-Anak Duduk seperti di atas dapat menimbulkan komplikasi bagi anak ketika mereka akan beranjak dewasa. Waduh, seberbahaya apa sih posisi duduk ini?

Posisi ini ketika dipergunakan dengan waktu yang lama dan terus-menerus akan menimbalkan tekanan berlebih pada sendi-sendi bawah yang dalam masa perkembangan pada anak-anak. Akibatnya, sendi akan melemah dan merenggang, juga membuat otot-otot bagian bawah tubuh menjadi lemah daripada umumnya.

Ketika tumbuh dewasa, dikhawatirkan akan terjadi masalah pada bentuk postur kaki terutama dibagian lutut akibat menggunakan posisi Anak-Anak Duduk ini secara berkelanjutan ketika masih kecil.

Menurut Dr. Jenniver Weiss, sebenarnya semua posisi Anak-Anak Duduk jika dilakukan terlalu lama juga dapat menimbulkan komplikasi otot dan tulang, jadi beliau menyarankan untuk anak-anak untuk lebih aktif dan tidak bergantung pada satu posisi Anak-Anak Duduk secara terus-menerus.

Kenapa duduk dengan posisi huruf W menjadi sorotan? karena posisi duduk ini sangatlah populer dan seringkali dilakukan anak-anak tanpa sadar. Orang dewasa jarang melakukannya karena sendi dan otot di bagian pinggul hingga lutut sudah kaku sehingga tidak akan nyaman duduk dengan posisi seperti itu. Sementara anak-anak masih mempunyai sendi yang fleksibel dan masih dalam posisi perkembangan. Jadi penting kita mengajarkan kepada anak-anak untuk duduk dengan postur yang benar untuk menghindari masalah di masa mendatang.

Please Share !Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Muhammad Ikshan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *